Komisi Eropa Didesak untuk Memprioritaskan Transparansi Dibanding Kecepatan dalam Pembaruan Regulasi

7

Komisi Eropa baru-baru ini menyelesaikan konsultasi publik mengenai kerangka Regulasi yang Lebih Baik, dengan pesan jelas yang muncul dari para peserta: kecepatan tidak boleh mengorbankan transparansi. Mayoritas responden – yang mewakili industri, konsumen, sektor publik, dan pendukung transparansi – menekankan pentingnya mempertahankan mekanisme konsultasi dan penilaian dampak yang ada. Masukan ini muncul ketika Komisi bertujuan untuk mempercepat proses pengambilan keputusan, sehingga meningkatkan kekhawatiran bahwa tindakan yang tergesa-gesa dapat melemahkan akuntabilitas.

Celah dan Kemanfaatan Politik

Salah satu permasalahan utamanya adalah kemampuan saat ini untuk meminta pengecualian dari kerangka Better Regulation. Komisi mengizinkan pengecualian untuk “kepentingan politik”, tenggat waktu, atau alasan keamanan, sebuah praktik yang menurut para kritikus mendorong pencarian celah. Sejak tahun 2021, jumlah pengecualian yang diberikan masih dirahasiakan, meskipun ada seruan untuk transparansi. Ketidakjelasan ini memicu ketidakpercayaan, karena hampir semua inisiatif dapat dianggap sebagai tindakan darurat yang membenarkan mengabaikan prosedur standar.

Tidak adanya data mengenai permohonan pengecualian merupakan masalah karena mengaburkan apakah peraturan tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan atau kepentingan politik.

Konsultasi yang Bias dan Akses yang Tidak Setara

Kekhawatiran juga meluas pada struktur konsultasi publik itu sendiri. Beberapa konsultasi, seperti yang dilakukan pada Digital Fairness Act, telah dikritik karena menyusun pertanyaan dengan cara yang mendukung sudut pandang tertentu dan membatasi opsi untuk argumen yang berlawanan. Hal ini menciptakan persaingan yang tidak seimbang di mana suara-suara yang berbeda pendapat dipinggirkan. Untuk mengatasi hal ini, Komisi harus menerapkan standar metodologi yang lebih ketat, memastikan semua perspektif mempunyai kesempatan yang sama untuk diartikulasikan sepenuhnya.

Masukan Tertunda dan Kurangnya Kejelasan

Saat ini, para pemangku kepentingan sering kali menunggu berbulan-bulan untuk mendapatkan ringkasan hasil konsultasi, dan hal ini bisa bersifat subjektif. Komisi harus memanfaatkan AI untuk memberikan masukan yang lebih cepat dan berdasarkan statistik, termasuk perincian sentimen dan posisi organisasi. Selain itu, sinopsis mengenai bagaimana masukan pemangku kepentingan digunakan (atau ditolak) harus disampaikan secara otomatis kepada seluruh peserta, dengan penjelasan yang jelas dan format yang lebih pendek dan mudah dibaca.

Memperluas Transparansi Selain “Sampaikan Pendapat Anda”

Pedoman Better Regulation telah merekomendasikan penerbitan ringkasan konsultasi di portal “Have Your Say”. Namun, Komisi harus bertindak lebih jauh dengan memandatkan publikasi ringkasan faktual untuk semua kegiatan konsultasi, termasuk notulen rapat pemangku kepentingan dan laporan konsultasi yang ditargetkan. Transparansi harus menjadi prinsip inti, bukan sekadar “praktik yang baik”, untuk mencegah pengambilan keputusan secara tertutup dan mengikis kepercayaan publik terhadap lembaga-lembaga UE.

Kesimpulannya, Komisi Eropa menghadapi pilihan penting: memprioritaskan kecepatan dengan risiko melemahkan transparansi dan akuntabilitas, atau memastikan peraturan dikembangkan melalui dialog terbuka, justifikasi yang jelas, dan akses publik penuh. Mempertahankan kepercayaan terhadap institusi-institusi UE bergantung pada pilihan kedua.