Lenovo LOQ 15 adalah laptop gaming yang sengaja melakukan trade-off: ia mempertahankan format tampilan lama 15,6 inci, 16:9 sementara sebagian besar pesaing telah beralih ke layar yang lebih tinggi, 16 inci, 16:10. Ini bukanlah kesalahan, namun merupakan keputusan yang diperhitungkan untuk menekan biaya sambil tetap memberikan performa gaming yang solid. LOQ 15 tidak mencoba untuk mengesankan dengan desain yang mencolok – melainkan berfokus pada hal yang paling penting bagi para gamer yang memiliki anggaran terbatas: tenaga yang sebanding dengan harganya.
Performa yang Penting
Kekuatan inti LOQ 15 terletak pada kemampuan grafisnya. Lenovo mengutamakan GPU NVIDIA RTX 5060, yang berarti mampu bersaing dengan model yang lebih mahal dalam game 3D. Hal ini mengorbankan beberapa kinerja aplikasi secara umum, karena prosesor AMD Ryzen 7 250 tidak sekuat alternatif berbasis Intel. Namun, bagi para gamer dengan anggaran terbatas, pertukaran ini sering kali dapat diterima.
Model dasar mulai dari $1.000 dengan Ryzen 5 220 dan RTX 5050, sedangkan konfigurasi yang diuji dengan Ryzen 7 250 dan RTX 5060 berharga sekitar $1.029. Semua model menampilkan layar IPS 15,6 inci dengan resolusi 1.920×1.080 dan kecepatan refresh 144Hz. Harga di Inggris mulai dari £1.144, dan di Australia mulai dari AU$1.699.
Gaming Solid, Daya Tahan Baterai Layak
Dalam pengujian benchmark, LOQ 15 berkinerja baik dalam grafis 3D, memberikan frame rate yang sebanding dengan laptop RTX 5060 lainnya. Ia juga menawarkan daya tahan baterai yang mengesankan – sekitar 8 jam streaming YouTube – meskipun ini tidak jauh dari HP Omen 16. Baterai LOQ 15 harus menyediakan daya yang cukup untuk sesi permainan jauh dari stopkontak.
Pendinginan memadai namun dapat menimbulkan kebisingan saat beban berat. Laptop ini juga menawarkan RAM yang dapat diganti pengguna dengan slot DIMM terbuka untuk memudahkan ekspansi dan slot M.2 tambahan untuk SSD kedua.
Desain yang Fungsional, Bukan Mencolok
Desain LOQ 15 biasa-biasa saja. Sasis plastik berwarna abu-abu dan hitam lebih mengutamakan fungsi daripada estetika. Tidak memiliki lampu latar keyboard RGB, dan layar 15,6 inci memiliki bezel tebal, sehingga memberikan tampilan ketinggalan jaman. Keyboardnya kokoh tetapi tidak memiliki umpan balik yang tajam seperti yang ditemukan pada model kelas atas.
Layarnya adalah panel IPS pejalan kaki 1080p, 144Hz yang mencapai puncak 341 nits, mencakup 100% gamut warna sRGB. Webcam ini selangkah di atas harga anggaran, dengan kamera 1080p yang tajam. Namun, ia tidak memiliki sensor IR untuk Windows Hello atau pembaca sidik jari untuk login biometrik.
Port dan Konektivitas
LOQ 15 menyertakan pilihan port yang layak, tetapi hanya satu port USB Type-C, terbatas pada kecepatan transfer 10Gbps.
Putusan
Lenovo LOQ 15 adalah pilihan yang layak sebagai laptop gaming sekunder. Layar 15,6 inci dengan rasio aspek 16:9 sangat cocok untuk gaming 1080p, dan GPU RTX 5060 menghadirkan frame rate yang dapat dimainkan. Jika Anda mengutamakan performa dibandingkan estetika, laptop ini memberikan nilai bagus untuk harganya. Namun, untuk pengalaman yang lebih serbaguna, Acer Nitro V 16S AI atau Alienware 16X Aurora menawarkan fitur dan desain keseluruhan yang lebih baik dengan biaya yang sedikit lebih tinggi.
Pada akhirnya, LOQ 15 membuktikan bahwa Anda tidak memerlukan label harga premium untuk menikmati mesin gaming yang mumpuni – mesin ini tidak akan membuat Anda pusing saat melakukannya.






























