H&M Berinvestasi pada Startup yang Mengubah CO₂ menjadi Bahan Pakaian

27

Industri fesyen menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mengatasi dampak lingkungannya. Dengan perkiraan adanya satu truk sampah tekstil yang dibuang setiap detiknya, dan emisi yang melebihi emisi gabungan dari pelayaran dan penerbangan internasional, maka alternatif yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. Kini, startup Rubi Labs memelopori metode revolusioner: memproduksi bahan pakaian langsung dari karbon dioksida yang ditangkap.

Masalah Produksi Selulosa Tradisional

Saat ini, sebagian besar selulosa – bahan utama pembuatan kain seperti lyocell dan viscose – berasal dari pohon. Ketergantungan pada sektor kehutanan berkontribusi terhadap deforestasi, termasuk perusakan hutan hujan perawan. Upaya daur ulang yang ada hanya mengatasi limbah, namun tidak menyelesaikan masalah mendasar dalam pengadaan bahan mentah.

Pendekatan Rubi mengabaikan metode tradisional dengan “mengambil mekanisme biologi di luar sel,” seperti yang dijelaskan oleh salah satu pendirinya, Neeka Mashouf. Daripada mengandalkan tanaman atau bahan bakar fosil, mereka menggunakan enzim untuk mengubah CO₂ menjadi selulosa yang dapat digunakan. Metode ini menawarkan jalur yang berpotensi menghasilkan karbon negatif untuk produksi tekstil.

Cara Kerja: Enzim dan Efisiensi yang Didukung AI

Rubi tidak menggunakan bakteri hasil rekayasa genetika atau katalis kimia, tidak seperti beberapa pesaingnya. Sistem mereka menggunakan “cascade” enzim alami. Hal ini penting karena industri enzim sudah ada dalam skala besar – digunakan dalam segala hal mulai dari sirup jagung fruktosa tinggi hingga pengolahan air limbah.

Startup ini semakin mengoptimalkan enzim ini menggunakan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, sehingga meningkatkan efisiensi dan stabilitasnya. Dalam reaktor mereka, CO₂ dimasukkan ke dalam larutan air, dan dalam beberapa menit, selulosa terlihat mengendap. Desain modular – reaktor yang muat di dalam kontainer pengiriman – menunjukkan skalabilitas.

Pendanaan dan Validasi Industri

Rubi baru-baru ini mendapatkan pendanaan sebesar $7,5 juta, dipimpin oleh AP Ventures dan FH One Investments, dengan partisipasi dari H&M Group, Patagonia, dan Walmart. Perusahaan ini telah mendapatkan lebih dari $60 juta dalam bentuk perjanjian off-take yang tidak mengikat, yang menunjukkan minat industri yang kuat. Uji coba dengan merek-merek besar memastikan kelayakan material tersebut.

Melampaui Tekstil: Sebuah Platform untuk Bahan Berkelanjutan

Rubi tidak membatasi fokusnya pada pakaian. Teknologi yang mendasarinya berpotensi menghasilkan selulosa untuk berbagai industri. Seperti yang dikatakan Mashouf, ini adalah “sebuah platform untuk membuat semua bahan kimia dan material penting bagi perekonomian dengan cara yang berbiaya rendah.”

Dengan menangkap dan memanfaatkan CO₂ secara langsung, Rubi menawarkan solusi menarik untuk mengurangi jejak karbon industri fesyen. Proses berbasis enzimnya menjanjikan alternatif yang terukur dan berpotensi negatif karbon dibandingkan produksi selulosa tradisional, sehingga menjadikannya sebagai pemain kunci di masa depan bahan berkelanjutan.