CEO NVIDIA Mendefinisikan AGI sebagai Sudah Tercapai… Dengan Menarik

13

CEO NVIDIA Jensen Huang baru-baru ini menegaskan bahwa Artificial General Intelligence (AGI) telah telah hadir, namun definisinya menunjukkan adanya keterputusan kritis antara sensasi industri dan kemampuan sebenarnya. Klaim tersebut, yang dibuat saat berbincang dengan podcaster Lex Fridman, menyoroti betapa fleksibelnya definisi AGI digunakan untuk membenarkan investasi berkelanjutan di sektor AI.

Pergeseran Tujuan AGI

Selama lebih dari setahun, AGI—AI dengan kecerdasan tingkat manusia—telah menjadi kata kunci dalam industri ini. Ketika perusahaan seperti NVIDIA mencurahkan sumber dayanya untuk pengembangan AI, janji akan adanya AGI dalam waktu dekat menjadi sebuah narasi yang tepat. Namun, mendefinisikan AGI adalah kuncinya. Huang sendiri sebelumnya menyatakan bahwa garis waktu bergantung sepenuhnya pada cara pendefinisiannya.

Pada DealBook Summit New York Times 2023, Huang mengklaim AGI akan hadir dalam waktu lima tahun, mendefinisikannya sebagai perangkat lunak yang dapat lulus tes yang mensimulasikan kecerdasan manusia. Sekarang, dia berpendapat bahwa istilah tersebut sudah ada, berdasarkan pada penafsiran istilah yang sengaja dibuat sempit.

Kesuksesan Sesaat Miliaran Dolar: Tolok Ukur AGI Huang

Ketika ditanya apakah AI dapat memulai dan menjalankan perusahaan teknologi bernilai miliaran dolar, Huang menjawab dengan tegas: “Saya rasa sekaranglah saatnya.” Alasannya? Ia mendefinisikan kesuksesan bukan berdasarkan keberlanjutan atau dampak jangka panjang, namun dengan mencapai satu miliar dolar sekali.

Dia membayangkan AI menghasilkan layanan web viral, menghasilkan uang sebentar melalui miliaran pengguna, lalu menghilang—mirip dengan banyak kegagalan dot-com. “Anda mengatakan satu miliar,” jelas Huang, “dan Anda tidak mengatakannya selamanya.” Hal ini menggambarkan pola penentuan ambang batas untuk memastikan jawaban “ya”.

The Reality Check: NVIDIA Is Beyond Reach

Huang dengan jujur ​​mengakui keterbatasan visi ini. Meskipun AI dapat menciptakan kesuksesan sesaat, kecerdasan institusional yang diperlukan untuk membangun perusahaan seperti NVIDIA masih belum dapat dijangkau. Penilaiannya sendiri: “Peluang 100.000 agen tersebut membangun NVIDIA adalah nol persen.”

Pengakuan ini memperlihatkan kesenjangan antara kemampuan AI saat ini dan AGI transformatif yang sering dibahas. Definisi Huang bukanlah tentang membentuk kembali perekonomian; ini tentang mencapai tolok ukur keuangan, betapapun singkatnya. Fokus pada monetisasi jangka pendek dibandingkan keberlanjutan jangka panjang menyoroti kerangka “kedatangan” AGI yang pragmatis, meski menyesatkan.

Intinya adalah bahwa narasi seputar AGI sering kali dibentuk oleh definisi yang tepat dan bukan kemajuan nyata. Kenyataan yang ada saat ini masih jauh dari apa yang dibayangkan oleh banyak orang di bidang AI yang mampu mengubah perekonomian.