Samsung telah menghentikan penjualan ponsel lipat Galaxy Z TriFold hanya tiga bulan setelah peluncuran awal, menandai berakhirnya eksperimen yang sangat eksklusif dalam desain ponsel. Perangkat ini, dengan harga $2.899, tidak pernah dimaksudkan untuk produksi massal namun berfungsi sebagai pameran teknologi, menunjukkan kapasitas Samsung untuk menciptakan faktor bentuk tiga kali lipat.
Penjualan Cepat dan Ketersediaan Terbatas
Meskipun harganya mahal, TriFold mendapat permintaan yang kuat di Korea Selatan dan Amerika Serikat. Semua unit yang tersedia di Korea Selatan terjual dengan cepat, dan ketersediaan di AS terbatas pada situs web Samsung dan tujuh Experience Store. Beberapa konsumen melaporkan mendapatkan unit di lokasi seperti Frisco, Texas, dan Queens, New York, bahkan baru-baru ini pada minggu ini.
Eksperimen Strategis, Bukan Untung
Keputusan untuk menghentikan TriFold bukan karena kurangnya peminat, melainkan karena desain. Menurut sumber industri, perangkat itu dimaksudkan untuk menyoroti kehebatan teknologi Samsung daripada menghasilkan keuntungan besar. Hanya 3.000 unit yang terjual dalam dua hari – dirilis pada 12 Desember dan lima hari kemudian – yang menggarisbawahi terbatasnya produksi yang dijalankan.
Masa Depan Perangkat Trifold
Ketersediaan singkat TriFold menegaskan segmen yang berkembang di pasar perangkat lipat. Analis teknologi Francisco Jeronimo dari IDC mencatat bahwa Huawei telah menjual 1,2 juta perangkat lipat tiga, menghasilkan pendapatan $3,2 miliar, menandakan selera konsumen terhadap layar multi-lipat yang lebih besar. Langkah Samsung ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk mengeksplorasi desain inovatif pada perangkat lipat dan hybrid.
Faktor Biaya dan Pasar
Biaya produksi kemungkinan besar berperan dalam keputusan untuk menghentikan penjualan. Meningkatnya harga komponen-komponen utama seperti DRAM, flash NAND, dan prosesor aplikasi – yang sebagian didorong oleh permintaan komputasi AI – akan membuat produksi massal menjadi sangat mahal. Daya tarik khusus TriFold juga membatasi potensi pasarnya, sebagaimana dibuktikan oleh ulasan CNET yang menggambarkannya sebagai “serbaguna, inovatif…tetapi tidak untuk semua orang.”
Masa Depan yang Tidak Pasti
Apakah Samsung akan menghidupkan kembali TriFold atau merilis versi terbaru masih belum jelas. Won-Joon Choi, COO Bisnis Pengalaman Seluler Samsung, menyatakan perusahaan belum mengambil keputusan. Untuk saat ini, Galaxy Z TriFold merupakan bukti kesediaan Samsung untuk mendobrak batasan dalam teknologi seluler, bahkan dengan mengorbankan aksesibilitas pasar yang luas.
Penghentian TriFold menggarisbawahi tren yang lebih luas dalam industri teknologi: eksperimen premium sering kali mendahului adopsi arus utama. Keberadaan dan keterbatasan perangkat kemungkinan akan mempengaruhi desain perangkat lipat di masa depan, sehingga membentuk evolusi teknologi layar fleksibel.
